Mendung itu kembali datang dalam sukma
terlalu dini memang
karena dulu ku anggap badai yang datang menerpa telah berganti menjadi pelangi
pelangi yang selalu ku anggap akan menjadi indahnya langit semilir angin nan membuaiku
namun belum sempat pelangi tersusun mendung telah datang kambali dalam hati
ingin ku tata hati kembali secepat mungkin
namun apa daya
raga begitu berharap pada keadaan tapi justru keadaan yang tak setia padaku
dan kini mendung kembali menyambutku dengan riang
sementara aku hanya bisa tersenyum dibalik hati yang teriris luka sayatan yang tajam
tak kuasa ku tatap mata itu
mata yang ku anggap akan menjadi pelangiku menjadi langit indahku dan menjadi semilir angin sejukku
kini ia justru menjadi mendungku yang semoga saja tak menjadi badaiku nanti
aku harap akan ku temukan lagi sepasang mata yang mampu sejukkan hati
ku harap ia secepatnya datang karena hati ini sangat sepi dan sepi sekali
sungguh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar